<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>General &#8211; Jabbar A. Panggabean</title>
	<atom:link href="https://jabbar.id/category/general/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://jabbar.id</link>
	<description>Sharing about programming and my personal activities.</description>
	<lastBuildDate>Sat, 06 Jul 2024 04:50:20 +0000</lastBuildDate>
	<language>ja</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.2</generator>

<image>
	<url>https://jabbar.id/wp-content/uploads/2023/06/cropped-jabbarp-favicon-1-32x32.png</url>
	<title>General &#8211; Jabbar A. Panggabean</title>
	<link>https://jabbar.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Calon Istri Idaman</title>
		<link>https://jabbar.id/calon-istri-idaman/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[jabbarpanggabean]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 28 Jun 2024 04:45:28 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[General]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://jabbar.id/?p=703</guid>

					<description><![CDATA["Bang, kriteria calonnya kayak gimana?" Inilah pertanyaan yang andaikan engga ada yang nanya, tetap akan aku jawab. Haha.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Mencari pasangan hidup sering kali dianggap sebagai salah satu keputusan terbesar dalam hidup seseorang. Ini bukan cuma tentang menemukan seseorang yang bikin hati berdebar atau yang kelihatan menarik secara fisik. Lebih dari itu, mencari pasangan hidup adalah tentang menemukan seseorang yang bisa berbagi visi, nilai, dan tujuan yang sama. Seperti merakit sebuah puzzle, setiap bagian harus pas dan harmonis buat menciptakan gambaran yang utuh dan indah.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam perjalanan mencari pasangan, kita sering kali dihadapkan pada berbagai pertanyaan mendalam tentang apa yang sebenarnya kita cari. Apakah kita mencari seseorang yang bisa ngisi kekosongan dalam hidup kita, atau seseorang yang bisa berjalan seiring dengan kita menuju tujuan yang sama? Jawabannya tentu bervariasi bagi setiap orang, tapi intinya adalah pasangan hidup yang ideal adalah mereka yang bisa berjalan bersama kita, saling mendukung dan memahami di setiap langkah.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Penting buat disadari bahwa hubungan yang kuat dan harmonis enggak terjadi begitu saja. Dibutuhkan usaha, komunikasi, dan pengertian yang mendalam. Seperti halnya kita merawat tanaman agar tumbuh subur, hubungan juga memerlukan perhatian dan perawatan yang konsisten. Dari situ, kita bisa paham bahwa pasangan hidup adalah partner sejati yang bantu kita berkembang dan mencapai potensi terbaik.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kalo ngomongin soal pasangan hidup, kita juga harus mempertimbangkan aspek dukungan emosional. Enggak ada yang lebih berharga daripada punya seseorang yang siap dukung kita dalam suka dan duka, yang paham perjuangan dan tantangan yang kita hadapi. Ini bukan cuma tentang menemukan seseorang yang ada di sisi kita saat kita bahagia, tapi juga yang tetap setia dan memberikan dukungan saat kita menghadapi masa-masa sulit.</p>



<h4 class="wp-block-heading">Sinkronisasi Tujuan dan Nilai</h4>



<p class="wp-block-paragraph">Sinkronisasi tujuan dan nilai adalah salah satu aspek paling penting dalam hubungan yang sukses. Sebuah studi dari University of Denver nunjukin bahwa pasangan dengan tujuan dan nilai yang serupa cenderung punya hubungan yang lebih stabil dan bahagia. Pengalaman pribadi juga ngajarin bahwa ketika tujuan hidup kita sejalan dengan pasangan, setiap langkah yang diambil jadi lebih bermakna dan menyenangkan. Kita merasa seperti punya rekan sejati yang paham visi kita dan siap buat berjalan bersama dalam mencapai impian tersebut.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Misalnya, kalo kedua belah pihak punya impian yang sama dalam karir, keluarga, atau gaya hidup, mereka bisa saling mendukung dan memberikan dorongan satu sama lain. Ini menciptakan hubungan yang lebih kohesif dan solid, karena keduanya tahu apa yang ingin dicapai dan gimana mencapainya bersama. Punya pasangan yang bisa berbagi nilai-nilai inti juga membantu dalam pengambilan keputusan penting dalam hidup, karena kita tahu bahwa mereka akan dukung pilihan kita.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam hubungan yang sinkron, komunikasi jadi lebih mudah dan efektif. Ketika nilai dan tujuan kita sejalan, kita lebih mudah paham perspektif dan pandangan pasangan, sehingga ngurangin konflik dan ningkatin keharmonisan. Setiap pasangan pasti menghadapi tantangan, tapi punya dasar nilai dan tujuan yang sama bikin kita lebih siap buat menghadapinya bersama. Oleh karena itu, menemukan pasangan yang sejalan dalam tujuan dan nilai adalah fondasi utama dari hubungan yang bahagia dan bertahan lama.</p>



<h4 class="wp-block-heading">Pentingnya Dukungan Emosional</h4>



<p class="wp-block-paragraph">Dukungan emosional dari pasangan adalah salah satu kunci utama buat mencapai kebahagiaan dan kesuksesan dalam hidup. Sebuah riset dari Harvard Business Review nunjukin bahwa dukungan emosional yang konsisten dari pasangan bisa ningkatin peluang kesuksesan dalam karir. Ini bukan cuma tentang punya seseorang yang bisa dengerin keluh kesah, tapi tentang punya partner yang bener-bener paham dan ngasih dukungan tanpa syarat dalam setiap situasi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Bayangin kita lagi menghadapi situasi yang sangat menekan di tempat kerja. Dalam kondisi seperti ini, punya pasangan yang bisa ngasih dukungan emosional bisa jadi penentu antara menyerah dan bertahan. Pasangan yang paham tekanan yang kita hadapi dan mampu ngasih kata-kata penyemangat atau bahkan sekadar mendengarkan, bisa bikin perbedaan besar dalam cara kita menangani stres. Dukungan ini enggak cuma ngasih ketenangan batin, tapi juga memperkuat ikatan emosional dalam hubungan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selain itu, dukungan emosional juga penting dalam pengambilan keputusan besar dalam hidup. Ketika dihadapkan pada pilihan yang sulit, punya pasangan yang mendukung dan bisa diajak berdiskusi bantu kita melihat berbagai sudut pandang dan membuat keputusan yang lebih bijaksana. Pasangan yang ngasih dukungan emosional juga menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman, di mana kita bisa jadi diri sendiri tanpa rasa takut akan penilaian atau kritik. Ini sangat berharga dalam membangun hubungan yang kuat dan saling percaya.</p>



<h4 class="wp-block-heading">Inspirasi dari Sejarah</h4>



<p class="wp-block-paragraph">Kisah-kisah dari sejarah Islam sering kali jadi sumber inspirasi yang enggak ternilai dalam mencari pasangan hidup. Salah satu kisah yang paling menginspirasi adalah hubungan antara Nabi Muhammad SAW dan istrinya, Khadijah. Khadijah enggak cuma jadi istri yang setia, tapi juga sahabat dan pendukung terdekat Nabi. Dukungan dan pengertian Khadijah terhadap Nabi Muhammad SAW saat menghadapi tantangan besar adalah contoh sempurna tentang pentingnya punya pasangan yang paham dan mendukung kita sepenuhnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Khadijah adalah contoh dari seorang istri yang enggak cuma mendukung suaminya secara emosional, tapi juga secara finansial dan spiritual. Ketika Nabi Muhammad SAW menerima wahyu pertama, Khadijah adalah orang pertama yang percaya dan mendukungnya. Dukungan ini ngasih kekuatan dan keberanian bagi Nabi buat melanjutkan misinya. Kisah ini ngajarin kita bahwa pasangan yang ideal adalah mereka yang enggak cuma ada di sisi kita dalam masa-masa mudah, tapi juga dalam masa-masa sulit dan penuh tantangan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Hubungan Nabi Muhammad SAW dan Khadijah juga nunjukin pentingnya rasa saling menghormati dan pengertian dalam hubungan. Mereka saling mendukung dan menghargai peran masing-masing, menciptakan ikatan yang kuat dan abadi. Inspirasi dari kisah mereka ngasih panduan bagi kita tentang gimana membangun hubungan yang saling mendukung dan penuh cinta, yang jadi fondasi bagi kehidupan yang harmonis dan bahagia.</p>



<h4 class="wp-block-heading">Komunikasi yang Sehat</h4>



<p class="wp-block-paragraph">Komunikasi adalah fondasi dari setiap hubungan yang sukses. Dr. John Gottman, seorang ahli hubungan terkenal, menyatakan bahwa kemampuan buat menyelesaikan konflik dengan cara yang sehat adalah kunci utama dalam menjaga hubungan tetap harmonis. Ini berarti kita harus belajar mendengarkan dengan empati, berbagi perasaan secara jujur, dan mencari solusi bersama. Komunikasi yang sehat juga melibatkan kemampuan buat mengenali dan menghargai perspektif pasangan kita.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam Islam, pentingnya komunikasi yang baik juga sangat ditekankan. Rasulullah SAW selalu menekankan pentingnya berbicara dengan lemah lembut dan penuh kasih sayang kepada pasangan. Ini berarti kita harus belajar buat enggak cuma mendengar, tapi bener-bener mendengarkan apa yang dikatakan pasangan kita. Ketika kita mampu mendengarkan dengan hati dan pikiran yang terbuka, kita bisa lebih paham perasaan dan kebutuhan pasangan, sehingga meminimalkan konflik dan ningkatin keharmonisan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Komunikasi yang sehat juga melibatkan kemampuan buat menyelesaikan konflik dengan cara yang konstruktif. Setiap hubungan pasti akan menghadapi tantangan dan perbedaan pendapat, tapi gimana kita menangani perbedaan tersebut menentukan kualitas hubungan kita. Dengan belajar buat menyelesaikan konflik dengan cara yang sehat dan menghormati perbedaan, kita bisa membangun hubungan yang lebih kuat dan harmonis.</p>



<h4 class="wp-block-heading">Memberi dan Menerima</h4>



<p class="wp-block-paragraph">Hubungan yang sehat adalah tentang timbal balik antara memberi dan menerima. Dalam mencari pasangan, penting buat enggak cuma fokus pada apa yang bisa kita dapatkan, tapi juga apa yang bisa kita berikan. Aku selalu bertanya pada diri sendiri, apa yang bisa aku berikan kepada pasangan? Gimana aku bisa jadi support system bagi mereka? Hubungan yang sehat adalah tentang saling mendukung dan menguatkan satu sama lain.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Misalnya, dalam situasi di mana pasangan kita lagi menghadapi kesulitan, kita harus siap buat ngasih dukungan dan bantuan. Ini bisa berupa mendengarkan keluh kesah mereka, ngasih kata-kata penyemangat, atau bahkan membantu mencari solusi. Sebaliknya, ketika kita sendiri menghadapi kesulitan, kita juga harus terbuka buat menerima bantuan dan dukungan dari pasangan. Ini menciptakan keseimbangan yang sehat dalam hubungan, di mana kedua belah pihak saling mendukung dan memperkuat satu sama lain.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Penting juga buat paham bahwa memberi dan menerima bukan cuma tentang hal-hal besar, tapi juga tentang hal-hal kecil dalam kehidupan sehari-hari. Membantu dengan tugas-tugas rumah tangga, mendengarkan cerita mereka tentang hari yang berat, atau sekadar menghabiskan waktu bersama tanpa gangguan adalah bentuk-bentuk dukungan yang penting dalam hubungan. Dengan saling memberi dan menerima, kita bisa membangun hubungan yang lebih kuat dan saling menghargai.</p>



<h4 class="wp-block-heading">Menemukan Keseimbangan</h4>



<p class="wp-block-paragraph">Mencari pasangan hidup adalah tentang menemukan keseimbangan yang harmonis. Keseimbangan antara kehidupan pribadi dan karir, antara memberi dan menerima, serta antara berbagi mimpi dan mengejar impian kita sendiri. Buat aku, menemukan pasangan yang ideal bukan cuma tentang mencari seseorang yang bikin aku bahagia, tapi juga seseorang yang bisa bantu aku jadi versi terbaik dari diri aku sendiri.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menemukan keseimbangan dalam hubungan juga berarti kita harus belajar buat menghargai dan mendukung impian dan tujuan pasangan kita. Ini bisa berarti ngasih ruang bagi mereka buat mengejar karir atau hobi mereka, sambil tetap menjaga keseimbangan dalam hubungan. Keseimbangan ini penting buat menciptakan hubungan yang sehat dan harmonis, di mana kedua belah pihak merasa dihargai dan didukung.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Rasulullah SAW bilang bahwa pasangan yang baik adalah cerminan dari diri kita sendiri. Ini berarti bahwa dalam mencari pasangan, kita juga harus siap buat jadi pasangan yang baik. Dengan menciptakan keseimbangan yang sehat dalam hubungan, kita bisa membangun ikatan yang kuat dan abadi, di mana kedua belah pihak saling mendukung dan tumbuh bersama.</p>



<h3 class="wp-block-heading">Penutup: Perjalanan Bersama</h3>



<p class="wp-block-paragraph">Pada akhirnya, perjalanan mencari calon istri idaman adalah perjalanan buat menemukan partner sejati dalam hidup. Seseorang yang bisa diajak berbagi suka dan duka, yang bisa jadi teman sekaligus sahabat. Perjalanan ini bukanlah perjalanan yang mudah, tapi dengan niat yang baik dan usaha yang sungguh-sungguh, aku yakin setiap langkah yang diambil akan membawa kita lebih dekat kepada kebahagiaan dan keberkahan hidup bersama.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam perjalanan ini, penting buat selalu ingat bahwa hubungan yang kuat dan harmonis butuh usaha dan komitmen dari kedua belah pihak. Dengan saling mendukung, memahami, dan menghargai satu sama lain, kita bisa membangun hubungan yang kokoh dan penuh cinta. Setiap tantangan dan rintangan yang dihadapi bersama akan semakin memperkuat ikatan kita, menjadikan kita partner sejati dalam setiap langkah kehidupan.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pramodya Ananta Toer &#8211; Menulis Sebelum Bicara</title>
		<link>https://jabbar.id/pramodya-ananta-toer-menulis-sebelum-bicara/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[jabbarpanggabean]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 26 May 2024 13:44:17 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[General]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://jabbar.id/?p=722</guid>

					<description><![CDATA[😭😭😭]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Embarrassment is a natural part of life, and everyone experiences it at some point. I recently had an experience that taught me valuable lessons about managing my emotions and facing the world with grace.</p>



<p class="wp-block-paragraph">During a Zoom writing class, the instructor asked the participants to share why they joined the class. The moderator randomly selected a member to give a speech. As he spoke, he mentioned the name Pramoedya Ananta Toer, a renowned Indonesian author. However, in my eagerness to share, I mistakenly corrected him, saying &#8220;Anata, not Ananta,&#8221; not realizing my microphone was on. The reason I made this mistake was because I&#8217;m currently learning Japanese, and &#8220;Anata&#8221; is a common word in Japanese. My mind mixed up the context, leading to the correction.</p>



<p class="wp-block-paragraph">The speaker graciously apologized, but I soon realized that I was the one in the wrong. The correct name is indeed &#8220;Ananta.&#8221;</p>



<p class="wp-block-paragraph">At that moment, a wave of embarrassment washed over me. I wished I could disappear. However, this experience taught me some valuable lessons about managing emotions, learning from mistakes, and facing similar situations with confidence.</p>



<h4 class="wp-block-heading">Managing Emotions</h4>



<ol class="wp-block-list">
<li><strong>Acknowledge Your Feelings</strong>: It&#8217;s important to acknowledge your emotions rather than suppress them. Accept that you feel embarrassed, and remind yourself that it&#8217;s okay to make mistakes.</li>



<li><strong>Breathe and Relax</strong>: Deep breathing can help calm your nerves. Take a few deep breaths to help regain your composure and reduce anxiety.</li>



<li><strong>Stay Present</strong>: Focus on the present moment rather than dwelling on the mistake. Mindfulness techniques can help you stay grounded and reduce negative thoughts.</li>
</ol>



<h4 class="wp-block-heading">Learning from Mistakes</h4>



<ol class="wp-block-list">
<li><strong>Reflect on the Experience</strong>: Take some time to reflect on what happened. Understanding why you made the mistake can help you learn and avoid similar situations in the future.</li>



<li><strong>Apologize if Necessary</strong>: If your mistake affected others, a sincere apology can go a long way. It shows that you take responsibility for your actions and are willing to make amends.</li>



<li><strong>Forgive Yourself</strong>: It&#8217;s crucial to forgive yourself. Remember that everyone makes mistakes, and it&#8217;s a part of the learning process. Be kind to yourself and move forward.</li>
</ol>



<h4 class="wp-block-heading">Facing the World After an Embarrassing Moment</h4>



<ol class="wp-block-list">
<li><strong>Be Honest</strong>: If the situation arises again, be honest about your feelings. Sharing your experience can make you feel less isolated and more understood.</li>



<li><strong>Find Humor</strong>: Sometimes, finding humor in the situation can alleviate embarrassment. Laughing at yourself can show others that you&#8217;re resilient and can handle mistakes gracefully.</li>



<li><strong>Focus on Improvement</strong>: Use the experience as a stepping stone for personal growth. Focus on improving your skills and knowledge to build confidence.</li>
</ol>



<p class="wp-block-paragraph">In conclusion, everyone experiences embarrassing moments, and they can be valuable opportunities for growth. By managing your emotions, learning from your mistakes, and facing the world with honesty and resilience, you can turn these moments into powerful lessons. Remember, it&#8217;s okay to make mistakes, and each one is a chance to become a better version of yourself. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Special thanks to my brother, Firdaus Azhardi &#8211; may Allah bless him always.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><em><strong>P.S.</strong> I wrote this in English because I still feel embarrassed.</em> 😭😭😭</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Tips Mencari Ide Untuk Ditulis di Personal Blog</title>
		<link>https://jabbar.id/tips-mencari-ide-untuk-ditulis-di-personal-blog/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[jabbarpanggabean]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 13 Aug 2023 14:34:12 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[General]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://jabbar.id/?p=438</guid>

					<description><![CDATA[Oke, jadi sejujurnya malam ini aku bingung mau nulis tentang apa. Kepengennya sih tetap nulis, walaupun sediki [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Oke, jadi sejujurnya malam ini aku bingung mau nulis tentang apa. Kepengennya sih tetap nulis, walaupun sedikit. Lagi latihan konsistensi. Nah, ketika aku mikir-mikir, nyari ide, kenapa ga aku tulis aja gimana sebenernya tips mencari ide pas kita lagi buntu, hehe.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Rencana awal tadi pengen nulis soal Brandan Bumi Hangus, berhubung hari ini 13 Agustus 2023 adalah hari peringatan peristiwa bersejarah tersebut. Tapi karena malam ini aku baru aja pulang dari Langsa, kebetulan hari ini juga ada acara ngumpul keluarga rutin, jadi habis dari lokasi acara peringatan, aku langsung nyetir ke sana dan baru nyampe lepas maghrib tadi. Tenagaku sisa dikit, agak kurang fokus. Jadi, menulis topik bersejarah ini kayaknya bakal aku lanjutin besok atau lusa. Mungkin sekalian digabungkan dengan HUT RI tanggal 17 Agustus nanti. Entahlah. Tapi yang jelas sekarang, aku pengen nulis topik yang ringan-ringan aja.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Nah, balik lagi ke topik awal, soal nyari ide. Biasanya, aku hanya menulis apa yang aku pikirkan aja, karena aku juga menjadikan proses menulis blog ini sebagai latihan, terapi, untuk mengatur pikiranku yang seringkali berbelit-belit kesana kemari dan tertawa. Lah.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tapi kalau hanya menuliskan apa yang kita pikirkan, biasanya bakaln sulit kalau di momen tersebut justru pikiran kita lagi lelah macam sekarang ini. Bukan cuma tulisannya yang berantakan, tapi juga apa yang mau disampaikan seringkali bisa tidak tersampaikan dengan baik. Dan menurutku, masalah ini pasti dialami oleh semua penulis baik di blog atau media lainnya. Karena ini masalah yang umum, dan mungkin telah terjadi sejak ratusan bahkan ribuan tahun yang lalu sejak literasi pertama kali ditemukan, pastilah sudah banyak tips dan strategi yang dikembangkan oleh para pendahulu, para ahli, baik di masa lalu maupun masa sekarang. Jadilah, topik tulisan malam ini, mencoba menemukan kira-kira apa aja yang bisa dilakukan untuk menemukan ide-ide tulisan terbaik.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Aku menemukan banyak, tapi menurutku ini 3 yang sederhana dan punya dampak paling powerful.</p>



<h2 class="wp-block-heading" id="h-1-riset-dan-baca">#1 Riset dan Baca</h2>



<p class="wp-block-paragraph">Iyaa, ini tips paling umum sih, mungkin udah bosen juga dengernya. Tapi seriusan, baca buku, artikel, atau apapun itu bener-bener bisa ngebantu buat nulis. Ga cuma soal menemukan topik tulisan aja, tapi dari sisi semangat menulis pun akan meningkat. So, kalo bingung mau nulis sesuatu, segera cari buku dan baca.</p>



<h2 class="wp-block-heading" id="h-2-memanfaatkan-teknologi">#2 Memanfaatkan Teknologi</h2>



<p class="wp-block-paragraph">Waktu aku nulis tulisan ini, aku secara langsung ga langsung, juga memanfaatkan teknologi. Googling misalnya. Atau bahkan sekarang ada yang lebih praktis, nanya ke AI. Sebenarnya, kalo beneran mau jadi penulis profesional, ada banyak <em>tools</em> atau perangkat teknologi yang wajib dipelajari karena punya fungsi yang akan sangat membantu kita. Tapi karena aku masih pemula sekali, jadi mungkin untuk awal-awal akan mencoba memanfaatkan teknologi yang paling mudah digunakan aja. Yang lain, insya Allah diagendakan waktunya.</p>



<h2 class="wp-block-heading" id="h-3-topik-favorit">#3 Topik Favorit</h2>



<p class="wp-block-paragraph">Nah ini juga tips yang sederhana, tapi beneran se-<em>powerful</em> itu. Sampai saat tulisan ini dibuat, aku sejujurnya belum punya daftar topik-topik favorit. Padahal, aku punya banyak hal untuk diceritakan. Entah itu karena aku punya pengalaman yang terkait, atau bisa jadi juga karena ketidaktahuanku yang akhirnya bikin <em>explore</em> berbagai sudut pandang yang baru. So, resolusiku berikutnya adalah, punya daftar topik favorit sekaligus sub-topiknya. Let&#8217;s go!</p>



<p class="wp-block-paragraph"></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Tanah Para Bandit</title>
		<link>https://jabbar.id/tanah-para-bandit/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[jabbarpanggabean]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 12 Aug 2023 08:44:50 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[General]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://jabbar.id/?p=393</guid>

					<description><![CDATA[Belakangan, aku ga banyak baca buku. Sebab, di kantor lagi ada planning untuk release fitur baru besar-besaran [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Belakangan, aku ga banyak baca buku. Sebab, di kantor lagi ada <em>planning</em> untuk <em>release</em> fitur baru besar-besaran. Alhasil, hampir seluruh waktu tersita untuk mengerjakan proyek ini. Namun, di antara sedikit buku yang ku baca selama Juli kemarin, ada satu buku yang sepertinya lumayan membekas, sampe kebawa mimpi malahan, wkwk.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ya, sesuai judul artikel ini, buku itu adalah &#8216;Tanah Para Bandit&#8217; yang ditulis oleh Tere Liye. Ini adalah buku bagian terakhir tapi bukan yang paling akhir, yang beredar di pasaran saat ini. Buku berikutnya, berjudul &#8216;Bandit Bandit Berkelas&#8217; belum rilis, setidaknya sampai tulisan ini diterbitkan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kenapa membekas? Karena ya, meskipun &#8216;fiksi&#8217;, sebagian besar cerita merupakan sindiran bagi jahatnya para bandit di negeri ini. Berbagai ketimpangan sosial, ketimpangan hukum, dan rekayasa tidak masuk akal yang diceritakan dalam buku ini, sejatinya terjadi secara nyata dan terang-terangan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pesan-pesan di dalamnya jelas, jangan menanamkan jiwa-jiwa koruptor dalam diri kita, jangan memelihara kebanditan di lingkungan kita. Dan bahwa sekecil apapun, mungkin tidak seperti dalam cerita, sekali lagi sekecil apapun, kita bisa berkontribusi kebaikan. Dan yang paling penting adalah, bahwa kebaikan-kebaikan ini haruslah terorganisir. Sebab, seperti dalam cerita, dan seperti yang dikatakan Ali Bin Abi Thalib secara nyata, &#8220;kebaikan yang tidak terstruktur akan kalah dengan kejahatan yang terstruktur&#8221;, dan aku mengamini sekali bagian ini.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pernah terpikir, kenapa ya kejahatan di negeri ini bisa sebegitu masifnya? Maksudku, seringkali secara sengaja mungkin, para petinggi di negeri ini biasa aja dalam melakukan kejahatan seperti korupsi misalnya atau bahkan pembunuhan sekalipun, dan kalaupun ketahuan, alasan-alasan penyidikannya sering kali ga masuk di akal. CCTV rusak tersambar petir? Sudah berapa kali kita dengar alasan macam ini. Atau alasan konyol lainnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Koruptor yang sengaja tidak ditangkap, atau bahkan yang sudah tertangkap sekalipun bisa tetap dapat fasilitas kelas wahid di dalam penjara. Dan gilanya, setelah itu mereka masih boleh mencalonkan lagi di pemilihan umum. Edan tapi boleh. Sepertinya, seolah-olah semua telah bersekongkol dalam kejahatan yang terstruktur ini.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Bagiku, seri aksi dari novel-novel Tere Liye ini ga cuma sekedar buku fiksi. Tapi ada pesan kuat di dalamnya, bahwa negeri ini sedang tidak baik-baik saja. Bahwa ada banyak hal yang tidak kita ketahui terjadi secara besar-besaran di balik bayangan. Dalam gelapnya malam, atau di sudut kantor-kantor pemerintahan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Aku lupa siapa yang bilang, tapi pernah ada quote kayak gini, kalau kamu ga suka baca, itu karena kamu belum menemukan buku yang tepat aja. Dan benar, membaca buku yang seru, bisa membuat kita kecanduan. Aku sendiri telah lama jatuh hati pada buku-buku sejarah, terutama peperangan dan biografi tokoh-tokoh terkenal di masa lalu. Karena seru. Kemudian perlahan, akhirnya menyukai buku-buku leadership dan manajemen, karena memang saling berhubungan. Dan berbagai buku lainnya secara umum. Buku-buku ini menambahkan semangat dan motivasi. Kepercayaan diri. Mengantarkan aku di berbagai posisi strategis ketika bekerja, Regional Manager, General Manager, dan bahkan pernah Direktur Utama. Khusus yang terakhir, itu di perusahaanku sendiri, jadi gajinya ya seadanya, wkwk.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Seperti dalam buku, pada perjalannya Padma menemukan Nina dan Septi. Lalu terakhir, Organisasi. Ini adalah siklus nyata yang terjadi berulang. Bahwa setiap air akan menemukan muaranya. Orang-orang baik akan bertemu sesama orang baik, begitupun sebaliknya. Maka meskipun mungkin sekarang masih sendiri, atau berdua, atau bertiga, atau sesedikit apapun itu, yakinlah bahwa selalu akan ada takdir yang mempertemukan di dalam perjalanan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tidak masalah kecil, yang penting konsisten. Tetaplah melakukan kebaikan di manapun kalian berada wahai kawan-kawanku. Dan semoga kita dapat bertemu, atau jika justru ternyata aku masih tidak cukup baik, kamu segera menemukan orang baik lainnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sekian. Lorem ipsum dolor sir amet.</p>



<p class="wp-block-paragraph"></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Merancang Hidup-Kaya</title>
		<link>https://jabbar.id/merancang-hidup-kaya/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[jabbarpanggabean]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 12 Aug 2023 05:11:47 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[General]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://jabbar.id/?p=354</guid>

					<description><![CDATA[Ada satu serial dokumenter di Netflix yang baru-baru ini aku tonton, judulnya: How To Get Rich. Ini adalah sat [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Ada satu serial dokumenter di Netflix yang baru-baru ini aku tonton, judulnya: How To Get Rich. Ini adalah satu dari beberapa serial dokumenter yang menurutku jadi alasan kenapa harus rela mengeluarkan uang untuk bayar platform streaming. Banyak video yang bisa membantu kita menambah pengetahuan, atau bahkan sekedar meningkatkan kemampuan &#8216;listening&#8217; dalam bahasa inggris.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Oke balik lagi ke serial dokumenternya. Jadi &#8216;How To Get Rich&#8217; ini menceritakan bagaimana Remit, seorang penasihat keuangan, mengatasi berbagai masalah yang tentu saja berhubungan dengan keuangan dari berbagai orang dari berbagai latar belakang. Kebanyakan dari orang-orang ini, adalah orang yang &#8220;kaya&#8221; karena mereka mendapat penghasilan yang begitu besar, dan juga menghabiskan begitu besar, bahkan beberapa di antaranya punya hutang yang jauh lebih besar daripada penghasilannya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Jadi, apa yang dilakukan Remit terhadap orang-orang itu? Menarik, karena sejujurnya, aku merasakan sedikit banyak cukup &#8216;related&#8217; dengan kondisi mereka. Aku bisa mendapat penghasilan yang cukup besar jika dibandingkan dengan pendapatan UMR di kotaku. Namun, aku masih merasa serba kekurangan, bukan karena tidak bersyukur ya, maksudku kadang aku merasa tidak punya cukup uang untuk membeli sesuatu yang penting, atau terkadang juga merasa khawatir apakah aku sudah mempunyai tabungan yang cukup atau tidak. Namun di sisi lain, aku merasa begitu mudah menghabiskan uang untuk barang-barang yang mungkin tidak terlalu valuable, atau barang-barang yang sekedar hobi dan pensaran, yang dipakainya mungkin cuma 2-3 kali lalu disimpan dalam jangka waktu yang lama, dan ga tau apakah itu nantinya akan digunakan lagi atau tidak.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sejujurnya, kalau ditanya apakah ini pola kebiasaan yang salah, aku memang merasa seperti itu, tapi aku ga tau salahnya di mana. Satu sisi, aku ngerasa bahwa aku perlu menikmati hidup, hasil kerja keras, tapi di sisi lain, aku ngerasa bahwa kadang aku terlalu terbawa suasana. Hingga, setelah aku nonton episode pertama dari serial &#8216;How To Get Rich&#8217; ini, aku jadi tau, bahwa kesalahan keuanganku yang pertama adalah: aku tidak punya prioritas terhadap keuanganku.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dan hampir sama seperti kebanyakan peserta lain, yang menjadi klien-nya Remit, aku masih belum punya gambaran yang jelas, tentang apa itu &#8216;kekayaan&#8217; yang kalau dalam bahasa inggris bisa diterjemahkan sebagai <em>rich</em> atau <em>wealthy</em>. Maka, di epiode pertama ini, semua peserta mendapat tugas untuk membuat rancangan di sebuah jurnal, tentang apa itu hidup kaya bagi mereka. Jika mereka punya uang, apa yang ingin mereka lakukan dengan uang itu, dan bagaimana seharusnya perlakuan mereka terhadap kekayaan yang saat ini mereka miliki.</p>



<h2 class="wp-block-heading" id="h-rancangan-hidup-kaya">Rancangan Hidup Kaya</h2>



<p class="wp-block-paragraph">Oke, jadi sederhananya, aku juga ingin membuat rancangan versi aku sendiri. Ini mungkin rancangan yang singkat, tapi mudah-mudahan dapat menjadi awal fondasi bagiku untuk berpikir lagi lebih dalam dan bijaksana, terutama dalam mengambil berbagai kebijakan keuangan, hari ini, esok dan seterusnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sumber pemasukan:</p>



<ul class="wp-block-list">
<li>Gaji / Pekerjaan Utama</li>



<li>Sampingan (side-job)</li>
</ul>



<p class="wp-block-paragraph">Rencana sumber pemasukan tambahan:</p>



<ul class="wp-block-list">
<li>Jualan, ya aku pengen jualan, masih belum tau sih jualan apa, tapi yang pasti harus berhubungan sama keahlian aku di bidang ilmu komputer.</li>
</ul>



<p class="wp-block-paragraph">Kalau kaya, uangnya mau dipakai untuk apa:</p>



<ul class="wp-block-list">
<li>Pensiun. Yes, aku pengen pensiun. Tapi bukan untuk jadi pengangguran, melainkan supaya aku bisa melakukan banyak hal yang didasari oleh aktualisasi diriku sendiri, bukan karena tuntutan orang lain. Salah satunya mungkin, mewujudkan cita-cita keliling Indonesia menggunakan camper-van atau motor-home. <em>I love driving and camping, a lot</em>.</li>
</ul>



<p class="wp-block-paragraph">Untuk sementara, itu dulu. Filosofi ku itu sekarang kayaknya udah berubah dari &#8216;harus sempurna&#8217; menjadi &#8216;ga apapa satu langkah, yang penting harus konsisten&#8217;. Semoga bisa terus posting di blog ini. Lagi pula, menulis itu banyak sekali manfaatnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Thanks a lot for being here</em>. Sampai ketemu lagi di cerita berikutnya.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
