Sharing about programming and my personal activities.

Tanah Para Bandit

T

Belakangan, aku ga banyak baca buku. Sebab, di kantor lagi ada planning untuk release fitur baru besar-besaran. Alhasil, hampir seluruh waktu tersita untuk mengerjakan proyek ini. Namun, di antara sedikit buku yang ku baca selama Juli kemarin, ada satu buku yang sepertinya lumayan membekas, sampe kebawa mimpi malahan, wkwk.

Ya, sesuai judul artikel ini, buku itu adalah ‘Tanah Para Bandit’ yang ditulis oleh Tere Liye. Ini adalah buku bagian terakhir tapi bukan yang paling akhir, yang beredar di pasaran saat ini. Buku berikutnya, berjudul ‘Bandit Bandit Berkelas’ belum rilis, setidaknya sampai tulisan ini diterbitkan.

Kenapa membekas? Karena ya, meskipun ‘fiksi’, sebagian besar cerita merupakan sindiran bagi jahatnya para bandit di negeri ini. Berbagai ketimpangan sosial, ketimpangan hukum, dan rekayasa tidak masuk akal yang diceritakan dalam buku ini, sejatinya terjadi secara nyata dan terang-terangan.

Pesan-pesan di dalamnya jelas, jangan menanamkan jiwa-jiwa koruptor dalam diri kita, jangan memelihara kebanditan di lingkungan kita. Dan bahwa sekecil apapun, mungkin tidak seperti dalam cerita, sekali lagi sekecil apapun, kita bisa berkontribusi kebaikan. Dan yang paling penting adalah, bahwa kebaikan-kebaikan ini haruslah terorganisir. Sebab, seperti dalam cerita, dan seperti yang dikatakan Ali Bin Abi Thalib secara nyata, “kebaikan yang tidak terstruktur akan kalah dengan kejahatan yang terstruktur”, dan aku mengamini sekali bagian ini.

Pernah terpikir, kenapa ya kejahatan di negeri ini bisa sebegitu masifnya? Maksudku, seringkali secara sengaja mungkin, para petinggi di negeri ini biasa aja dalam melakukan kejahatan seperti korupsi misalnya atau bahkan pembunuhan sekalipun, dan kalaupun ketahuan, alasan-alasan penyidikannya sering kali ga masuk di akal. CCTV rusak tersambar petir? Sudah berapa kali kita dengar alasan macam ini. Atau alasan konyol lainnya.

Koruptor yang sengaja tidak ditangkap, atau bahkan yang sudah tertangkap sekalipun bisa tetap dapat fasilitas kelas wahid di dalam penjara. Dan gilanya, setelah itu mereka masih boleh mencalonkan lagi di pemilihan umum. Edan tapi boleh. Sepertinya, seolah-olah semua telah bersekongkol dalam kejahatan yang terstruktur ini.

Bagiku, seri aksi dari novel-novel Tere Liye ini ga cuma sekedar buku fiksi. Tapi ada pesan kuat di dalamnya, bahwa negeri ini sedang tidak baik-baik saja. Bahwa ada banyak hal yang tidak kita ketahui terjadi secara besar-besaran di balik bayangan. Dalam gelapnya malam, atau di sudut kantor-kantor pemerintahan.

Aku lupa siapa yang bilang, tapi pernah ada quote kayak gini, kalau kamu ga suka baca, itu karena kamu belum menemukan buku yang tepat aja. Dan benar, membaca buku yang seru, bisa membuat kita kecanduan. Aku sendiri telah lama jatuh hati pada buku-buku sejarah, terutama peperangan dan biografi tokoh-tokoh terkenal di masa lalu. Karena seru. Kemudian perlahan, akhirnya menyukai buku-buku leadership dan manajemen, karena memang saling berhubungan. Dan berbagai buku lainnya secara umum. Buku-buku ini menambahkan semangat dan motivasi. Kepercayaan diri. Mengantarkan aku di berbagai posisi strategis ketika bekerja, Regional Manager, General Manager, dan bahkan pernah Direktur Utama. Khusus yang terakhir, itu di perusahaanku sendiri, jadi gajinya ya seadanya, wkwk.

Seperti dalam buku, pada perjalannya Padma menemukan Nina dan Septi. Lalu terakhir, Organisasi. Ini adalah siklus nyata yang terjadi berulang. Bahwa setiap air akan menemukan muaranya. Orang-orang baik akan bertemu sesama orang baik, begitupun sebaliknya. Maka meskipun mungkin sekarang masih sendiri, atau berdua, atau bertiga, atau sesedikit apapun itu, yakinlah bahwa selalu akan ada takdir yang mempertemukan di dalam perjalanan.

Tidak masalah kecil, yang penting konsisten. Tetaplah melakukan kebaikan di manapun kalian berada wahai kawan-kawanku. Dan semoga kita dapat bertemu, atau jika justru ternyata aku masih tidak cukup baik, kamu segera menemukan orang baik lainnya.

Sekian. Lorem ipsum dolor sir amet.

About the author

jabbarpanggabean

Software Engineer, mostly talks in Kotlin but also can speak PHP or JavaScript. I do love Arsenal for its beauty of football, passion, history, and every single memories with Father. #FreePalestine 🍉

Add comment

Sharing about programming and my personal activities.

Let’s connect!

Jalan-jalan ke kota Medan
Singgah sebentar membeli katun
Kalau berkenan marilah berteman
Supaya dapat berbagi pantun